Sabtu, 25 April 2026

Selasa, 14 April 2026

MODUL APLIKASI PERKANTORAN MS EXCEL 2013

 https://drive.google.com/file/d/1XQXj72eJIUh7s6aIZOrmyv6f8Q1J0MNd/view?usp=drive_link

Caranya :
1. Salin Link diatas
2. Kemudian buka tab baru
3. Setelah muncul file nya, cari menu file kemudian klik download
4. Selesai
5. Like dan Comment yah 

Minggu, 14 Desember 2025


Makna "hadiah kehidupan" adalah menghargai hidup sebagai anugerah tak ternilai, bukan sekadar materi, yang diwujudkan melalui rasa syukur, kasih sayang, dan tindakan nyata untuk berbagi kebaikan, mempererat hubungan, serta menciptakan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain, mencakup berbagai aspek seperti hubungan interpersonal, nilai spiritual, dan kesadaran akan momen istimewa. Ini adalah panggilan untuk memaknai anugerah ini dengan cara positif, bukan hanya mengejar kesenangan duniawi. 

Makna Mendalam:
  • Anugerah yang Tak Ternilai: Kehidupan itu sendiri adalah hadiah terindah dari Tuhan, bukan sekadar keberadaan fisik, tetapi kesempatan untuk mengalami, belajar, dan bertumbuh.
  • Ekspresi Cinta & Kasih Sayang: Memberi dan menerima hadiah (bukan hanya materi) memperkuat ikatan emosional, menunjukkan perhatian, dan menumbuhkan rasa cinta serta kepedulian.
  • Menciptakan Kebahagiaan: Memberi hadiah memicu hormon kebahagiaan (endorfin) bagi pemberi dan penerima, membuat momen menjadi lebih berarti dan memuaskan.
  • Mempererat Hubungan: Hadiah berfungsi sebagai perekat sosial, memperkuat silaturahmi, dan membangun kebersamaan dalam keluarga, pertemanan, maupun komunitas.
  • Simbol Momen Spesial: Hadiah mengabadikan momen penting seperti ulang tahun, kelulusan, atau perayaan lainnya, menjadi kenangan abadi.
  • Nilai Spiritual & Kedermawanan: Dalam konteks spiritual (seperti ajaran Islam), ini berarti hidup penuh syukur, membagikan kasih karunia Tuhan melalui tindakan nyata, dan menginspirasi kedermawanan. 
Bagaimana Menghargai Hadiah Kehidupan:
  • Bersyukur: Mengucapkan syukur lewat kata dan tindakan nyata.
  • Berbagi Kasih: Menjadi terang, penghibur, atau pendengar bagi orang lain.
  • Memberi dengan Tulus: Memberikan hadiah (barang atau jasa) dengan niat baik dan keikhlasan.
  • Menghayati Momen: Sadar akan nilai setiap momen, bukan hanya fokus pada pencapaian atau validasi. 
Pada intinya, makna "hadiah kehidupan" adalah tentang menghargai anugerah hidup dengan cara yang memperkaya diri sendiri dan orang lain, menjadikannya lebih dari sekadar eksistensi, tetapi sebuah pengalaman penuh makna dan kasih sayang. 

Sumber : AI Overview

Selasa, 29 Oktober 2024

DISEMINASI AKMI MAS YANURIS TAHUN 2024

 


Rabu, 30 Oktober 2024

MAS Yanuris telah melaksanakan Diseminasi Tindak Lanjut AKMI Tahun 2024, sebagai lanjutan dari Pelatihan AKMI dan Literasi di Lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2024. dimana pelatihan tersebut dilaksanakan selama 5 hari yang diikuti oleh Guru MAS Yanuris, yakni Bapak Anwar Sidiq, S. Pd.I, dan Ibu Maryam Jamillah, S.Pd. sebagai peserta pelatihan AKMI dan Literasi.

Pada hari ini pula dilaksanakan Visitasi Pendampingan Tindak Lanjut AKMI Tahun 2024 yang dibina sekaligus Tim Inti Nasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni Bapak Drs. H. Munip, M.Pd. yang hadir langsung di MAS Yanuris didampingi Kepala MAS Yanuris, Bapak Deni Suherman, S.Pd.I., M.Pd. juga Guru-Guru dan Siswa-Siswi MAS Yanuris sebagai peserta Diseminasi AKMI dan Literasi Terintegrasi Tahun 2024.

Diseminasi AKMI dan Literasi ini adalah bagian dari Program yang dicanangkan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memotret Pendidikan dan Pembelajaran pada satuan pendidikan, guna untuk mencerdaskan anak bangsa, terutama peserta didik madrasah dalam proses belajar mengajar dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.


Semoga dalam pelaksanaannya dan hasil dari visitasi ini dapat membantu MAS Yanuris dalam meningkatkan pembelajaran yang lebih baik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan 4 Literasi, yakni Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya.

Penulis,
Anwar Sidiq, S.Pd.I.

Kamis, 03 November 2016

LAUNCHING KELAS XI BAHASA DI TAHUN 2016

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.